… Berhentilah Kejar Setoran, Anda memakan korban …

Standard

Image

(Pemikiran “volume besar, duit besar” – tidak sadar akan kemampuan diri ketika berkata dalam hati, “Saya sebenarnya tidak sanggup, but just think of the money deh”, dan kemudian setelahnya, “Ah, si klien tidak akan pernah tahu, yang penting saya sudah dibayar” = PENERJEMAH KEJAR SETORAN)

Ini kisah pendek tentang suatu hari Kamis yang mendung, ketika saya harus menjadi proofreader.

Kisah pendek menjadi panjang ketika saya mendapati bahwa terdapat banyak sekali kesalahan yang sebenarnya tidak perlu. Suasana hati berubah dari cerah ceria menjadi kelam tak terkira – tak terbayang bahwa penerjemah rekan saya ini bisa membuat sedemikian banyak kesalahan.

Kisah yang sudah setengah panjang menjadi lebih panjang dan menggusarkan ketika dokumen diverifikasi menggunakan X-Bench (apa itu X-Bench? Akan saya terangkan kapan-kapan). Banyak sekali yang tidak konsisten, salah ketik dan benar ketik bercampur baur menjadi satu dan menimbulkan tanda tanya.

Saya, si proofreader, akhirnya berpikir juga (setelah menjadi bolot selama 3 jam lebih), jangan-jangan ada yang salah dengan si penerjemah. Si proofreader mengecek kembali isi Translation Memory (TM) dan melongo.

Semua ketidak-konsistenan, semua salah ketik, semua salah terjemahan (Table of Contents diterjemahkan menjadi “Indeks”?? Come on! Itu bahkan bukan kesalahan newbie!) berasal dari isi TM, data dari penerjemah sebelum kami semua. Terbayanglah wajah panik si penerjemah rekan saya yang berusaha menyelaraskan hasil terjemahannya dengan isi TM yang acakadut itu, terbayang rasa gusar dirinya karena dia tidak bisa menulis yang benar – karena perintah untuk menjadi konsisten menjadi jauh lebih penting.

Wahai Anda di luar sana yang hanya mementingkan uang, yang berani-beraninya menerjemahkan “Daftar Isi” sebagai “Indeks” (fatal), “pertahanan” menjadi “penerimaan” (fatal), “nilai tengah” menjadi “rata-rata” (super fatal) – ini hanya tiga contoh dari ribuan segmen yang telah Anda rusak – sesungguhnya uang yang Anda makan dari hasil terjemahan jelek itu mungkin telah habis, tapi jejak kesalahan Anda yang jelek luar binasa masih terus membekas mungkin hingga selamanya, dan tidak pernah terpikir oleh Anda bahwa kami (penerjemah berikutnya, editor, proofreader, klien) yang akan “katempuhan” (arti: ketiban sial).

There is a fine thin line between wanting to get more money and experience, with multiplied stupidity. 

Bandung, 12 Januari 2014

(Masih harus memeriksa sepuluh ribu kata lagi … *keluh*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s