Rencana, Bukan Resolusi

Standard

Resolusi Tahun Baru adalah tradisi sekuler yang umumnya berlaku di Dunia Barat, tapi juga bisa ditemukan di seluruh dunia. Menurut tradisi ini, seseorang akan berjanji untuk melakukan tindakan perbaikan diri yang akan dimulai pada Hari Tahun Baru (Sumber: Wikipedia).

Rencana adalah hasil proses perencanaan berupa daftar ketetapan tentang langkah tindakan pada masa depan menyangkut kegiatan apa, siapa pelaksananya, di mana, kapan jadwalnya dan berapa sumber daya yang akan digunakan, serta pelbagai keterangan mengenai tolok ukurnya, dalam rangka mencapai hasil (Sumber: Wikipedia).

Hal yang lucu dari resolusi tahun baru adalah bahwa kita bisa menuliskan apa pun yang kita inginkan dan kemudian melanggar semuanya hanya dalam waktu satu bulan. Entah karena lupa, atau karena ada ketidaknyamanan, atau pun ketidakcocokan. Sampai akhirnya sejumlah orang berhenti membuat resolusi dan hanya menjalankan hidup sebagaimana adanya. Yang lebih serius menurut saya adalah rencana. Niat akan terasa lebih mantap bila disertai rencana, bukan sekadar diangankan atau diinginkan. Tulisan ini adalah salah satu bagian dari rencana saya untuk tahun 2016: tiga blog yang kesemuanya harus diisi bergiliran (mudah-mudahan tidak dengan konten sampah). Saya akan menyimpan rencana pribadi dalam hati dan menuliskannya di pengingat pribadi, bukan di media sosial sehingga bisa dikomentari (atau dipuji) semua orang, namun saya memiliki beberapa rencana umum yang bisa saya bagi/tuliskan di sini:

  1. Selain tiga blog yang sudah saatnya diisi dengan teratur, saya juga ingin melanjutkan menulis buku. Iya, saya sedang menulis buku. Bukan buku fiksi – saya tidak pintar berkhayal. Rencananya, buku ini akan berupa potongan kisah-kisah dalam hidup saya. Motivasi di balik penulisan buku ini: saya takut lupa. Bagi saya, lupa bisa berubah menjadi sikap tidak bersyukur. Dan tidak bersyukur itu berbahaya. Lebih baik cepat dituliskan supaya saya masih bisa bersyukur karena ingat, sebelum otak saya menua dan terlalu penuh oleh hal-hal menyenangkan lain yang dilimpahkan oleh YME. Mengingat masa-masa sulit membuat saya dapat tetap bersyukur dan menikmati hidup.
  2. Saya ingin meningkatkan lagi kemampuan menerjemahkan. Saat ini saya sedang menerjemahkan satu buku fiksi lagi, setelah berkutat dengan novel dan beberapa cerita pendek klasik pada tahun 2015 lalu. Menurut saya, kemampuan menerjemahkan hanya bisa ditingkatkan melalui penerjemahan buku. Berawal dari buku, kembali ke buku. Rencana ini terasa ngeri-ngeri sedap, hahahaha.
  3. Saya ingin lebih banyak berbagi tentang teknik penerjemahan dan suka duka penerjemahan dalam blog ini. Saya ingin berlatih menuangkan pikiran, dan mungkin akan berupaya untuk mengikuti satu atau dua konferensi bahasa dan terjemahan melalui karya tulis alih-alih hanya menjadi peserta. Saya merasa kurang percaya diri untuk menjadi pemberi materi seminar/konferensi tapi sepertinya saya harus mulai nekad. Saya malu karena orang di meja sebelah selalu semangat mendorong saya untuk menulis, tapi saya belum sempat merealisasikannya.

Itulah tiga rencana sederhana saya untuk tahun 2016 (sederhana dalam tulisan tapi pelaksanaannya membutuhkan kalkulasi matang).

Rencana – bukan resolusi. Ini bukan perbaikan, tapi peningkatan. Saya kira, seburuk-buruknya tahun 2015 yang lalu, sebenarnya tidak ada yang perlu diperbaiki, dan apa pun itu kesalahan yang telah saya buat, semuanya telah terjadi dan (tidak bisa) tidak perlu disesali. Berusaha memperbaiki sesuatu yang sudah terjadi sebenarnya tidak terasa menyenangkan untuk saya, itu terasa bagaikan menyunting tulisan yang sama berulang-ulang tanpa memahami letak kesalahannya. Dan saya sudah paham letak kesalahan saya tahun lalu. Sekarang saatnya untuk move on dengan rencana baru.

Jadi, saya akan mulai berencana, dan tidak sekadar beresolusi. Bukan berniat untuk memperbaiki diri, tapi berencana untuk meningkatkan diri. Dan mudah-mudahan apa yang saya tuliskan di sini tidak akan jadi omong kosong belaka di bulan Desember 2016 nanti.

 

~ Bandung, 2 Januari 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s