Agensi Penerjemahan vs Klien Langsung: Memilih Kenyamanan

Standard

Sebelumnya, saya akan memperjelas istilah ini: agensi penerjemahan adalah “perantara” antara penerjemah dengan klien langsung. Mereka menerima pekerjaan, mengatur volume, mengatur tenggat, dan mengatur pembayaran. Sedangkan klien langsung adalah siapa pun itu yang membutuhkan jasa penerjemahan.

Sebenarnya menurut saya, pada dasarnya tidak ada pilihan yang lebih baik dari keduanya. Agensi penerjemahan punya kekurangan dan kelebihannya, begitu juga klien langsung. Ini hanya masalah “kesehatan jiwa” saja. Yaitu, seberapa besar rasa nyaman si penerjemah ketika bekerja untuk keduanya. Mari kita tinjau sejumlah faktor kenyamanan ketika bekerja untuk agensi penerjemahan (dalam dan luar negeri):

  1. Jatah pekerjaan diatur. Biasanya ketika kita melamar ke agensi penerjemahan (dan kemudian diterima), mereka bertanya tentang kapasitas harian kita (yaitu seberapa banyak kita bisa menerima pekerjaan). Kita yang atur sendiri, dan kita juga yang modhar sendiri kalau salah lapor kapasitas. Agensi tidak akan pernah bilang, “Kan nerjemahin itu tinggal ngetik? Gampang kan, masa 30 halaman sehari gak bisa beres?” (iya bener, da gue teh kemana-mana gendong monitor sama keyboard).
  2. Tipe klien diatur sesuai kesediaan kita. Ketika kita melaporkan bahwa “Saya cacat dalam hal penerjemahan ekonomi”, agensi akan menandai dan mereka tidak akan kasih terjemahan makalah ekonomi ke kita. Dan kita boleh menolak tipe kerjaan yang tidak sesuai dengan keahlian (sambil marah-marah pun boleh kalau kita sudah pernah mengisi data vendor di agensi – walaupun saya gak saranin untuk marah-marah). Agensi tidak akan pernah berkata, “Loh katanya kamu penerjemah, kamu harusnya bisa dong nerjemahin segala macam bidang?!?” (ngek – emangnya gue ikan sapu – segala dimakan).
  3. Tenggat waktu mereka atur sesuai kesepakatan dengan kita – dan mereka akan membantu nego ke klien akhir (penyewa agensi) ketika kita terlambat (karena alasan yang jelas, tentu saja). Kita gak perlu repot nelepon agensi karena panik gas di rumah habis (dan oleh karena itu harus berburu gas dulu) atau gak perlu panik ketika listrik di rumah mati. Kita cukup kirim e-mail ke mereka untuk menerangkan situasi, dan mereka yang akan nego ke klien akhir. Kita gak akan kena semprot klien akhir – mereka yang akan kena semprot, hahahaha.
  4. Tidak perlu menagih pembayaran seperti debt collector (e-mail, telepon, datengin ke kantor!). Rata-rata agensi yang bonafid punya sistem pembayaran mereka sendiri, dan biasanya mereka menginformasikan tenggat waktu pembayaran di muka (dalam kontrak/NDA yang kita tandatangani ketika diterima masuk ke agensi – mohon perhatikan informasi ini ketika mendaftar ke agensi). Mereka tidak akan bersikap innuendo soal pembayaran dan harga yang sudah disepakati di awal relatif tidak berubah, kecuali ketika proyeknya besar dan mereka meminta diskon.
  5. Kita gak perlu mumet soal layout – ini bagian yang menurut saya melegakan. Bagi para penerjemah yang bekerja untuk agensi dan menerima file dalam bentuk CAT-formatted, bersyukurlah karena yang perlu dilakukan hanyalah menerjemahkan, titik. Gak ada pusing geser-tabrak-copas-senggol supaya terjemahan kalian masuk ke dalam kolom 2×2 cm. Agensi yang mengatur semuanya karena mereka punya yang namanya DTP specialist – yaitu mereka yang mengatur supaya terjemahan kita yang panjang lebar tinggi itu bisa masuk dengan manis ke semua format majalah, Power Point presentation, film (sebagai teks dan running text), game, dsb.

Di sisi lain, terdapat sejumlah faktor kenyamanan juga ketika kita bekerja untuk klien langsung:

  1. Kita bisa melakukan diskusi yang menyeluruh dengan mereka, terutama tentang materi terjemahan. Ketika mereka memberi buku, kita bisa bertanya, untuk siapa terjemahan buku ini nanti. Konsumennya siapa, audiensnya siapa? Oleh karena itu kita akan lebih bisa menyesuaikan konteks dan tidak meraba-raba audiens/menarik kesimpulan sembarang. Dan oleh karena itu, hasil akhirnya cenderung lebih tepat sasaran.
  2. Kita bisa nego tenggat dengan leluasa tanpa perlu mengingat-ingat “berapa ini kapasitas yang gue pasang di Linked In/Proz/TC/NDA/bla-bla??“. Misalkan untuk 30 halaman kita meminta 5 hari, tapi pada kenyataannya ketika kita menyelesaikannya dalam 3 hari, klien akan lebih berterima kasih – dan mungkin akan mencatat nama kita sebagai “penerjemah anu yang responsnya bagus dan pekerjaannya profesional” – dan dampaknya akan lebih jelas terasa karena si klien ini akan merekomendasikan kita ke teman-temannya yang lain yang membutuhkan jasa penerjemah (the power of WoM!).
  3. Harga yang dipasang bisa lebih besar – ini salah satu keuntungan asyik dari bekerja dengan klien langsung. Mari kita bandingkan dengan contoh:
    misalkan, agensi penerjemahan luar negeri bisa mematok harga per kata sebesar $1. Tapi jangan senang dulu. $1 ini dibagi-bagi lagi ke biaya admin, biaya editor, biaya processing, biaya DTP, dsb dst … sehingga porsi penerjemah hanya $0,08-0,10 per kata. Klien langsung dari luar negeri hanya membutuhkan jasa penerjemahan, oleh karena itu akan sah saja ketika kita meminta biaya misalkan … $0,3 per kata. Hukum ini bisa berlaku dan bisa menguntungkan, asalkan si penerjemah siap menjalani proses ini sampai selesai (misalkan dengan membantu klien merapikan tata letak dokumen, mencarikan editor, dsb – dan biasanya klien langsung tidak butuh hal-hal njelimet, mereka hanya butuh terjemahan yang rapi tanpa format aneh-aneh, apalagi running text).
  4. Enggak usah pake CAT Tools – OK, kalau saya sih menganggap bahwa nerjemahin tanpa CAT tools itu = cari mati (ini pendapat pribadi – melulu karena mata ini sudah lamur untuk mencari typos dan terlalu malas untuk copas format), tapi bagi mereka yang belum biasa menerjemahkan dengan CAT tools, kerja sesuai metode pilihan (dua kolom di MS Word, atau ketik timpa langsung di atas dokumen, dsb) menjadi lebih melegakan dan tidak membuat mumet karena harus belajar CAT tool dulu. Klien langsung hampir tidak pernah meminta terjemahan dilakukan di Trados atau MemoQ. Mereka hanya ingin hasil akhir yang rapi dan terbaca, dan oleh karena itu kita bebas menggunakan metode apa saja asalkan hasil akhir terbaca rapi dan baik.
  5. Pembayaran lebih cepat. Agensi penerjemahan punya sesuatu yang namanya payment cycle, dan kisarannya adalah dari mulai 30-60 hari. Jadi, penerjemah tidak langsung dibayar untuk hasil kerjanya di agensi. Sedangkan klien langsung bisa langsung membayar ketika kita mengirim hasil – bukankah ini melegakan dan menyenangkan? Gak ada H2C karena menghitung hari (sambil nyanyiin lagunya Krisdayanti) sembari baper karena belum beli gas, akua, dan bahan makanan, dan uang sekolah si kecil belum dibayar padahal udah tanggal belasan. Meminjam perkataan teman saya, “Sudah lunas sebelum keringat kering”.

Semua penjabaran saya ini ditulis berdasarkan pengalaman – pilihlah apa yang menurut Anda nyaman, jangan pikirkan uangnya (dulu) karena sesungguhnya uang datang dari kenyamanan bekerja. Jangan memaksakan kerja untuk agensi penerjemahan ketika payment cycle membuat Anda merinding disko dan jangan paksakan bekerja untuk klien langsung ketika perkataan mereka tentang profesi terjemahan selalu membuat Anda naik darah (sejujurnya, masyarakat Indonesia masih membutuhkan edukasi tentang profesi penerjemah dan oleh karena itu bersabarlah).

Saya sendiri memilih untuk bekerja dengan agensi penerjemahan luar negeri karena saya merasa lebih diuntungkan dan lebih terbantu – saya lebih bisa menerima kekurangan mereka ketimbang bersabar menghadapi klien langsung. Namun sesungguhnya semua ini sama dengan makan bubur ayam – antara kubu diaduk dan tidak diaduk … you choose, and don’t let anyone criticize your choices!

Salam pagi dari Bandung yang mendung.

 

2 responses »

  1. Numpang komentar yang nomor empat bagian dua. 😅
    “Enggak usah pake CAT Tools – OK,”
    Setuju 1000% kalau cat tools banyak ngebantu ngecekin typo. Paling males emang ngerapiin trus ngecekin saltik atu per satu.
    Emang benar banget dah kalau gak pakai cat tools itu sama aja cari mati. 😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s